Gambar Hidup dan Rekaman Video

Gambar Hidup dan Rekaman Video
Sebagai salah satu koleksi yang dimiliki perpustakaan, gambar hidup dan rekaman video mendapat perlakuan yang sama sebagaimana koleksi lainnya. Mulai dari proses pengadaan yang mencakup seleksi, pengadaan, pengolahan, sampai dengan penyajiannya memerlukan penanganan khusus. Sama seperti bahan non buku lainnya, diperlukan waktu, tenaga, dan ketelitian dalam menangani koleksi ini. Peralatan yang baik serta ruangan khusus diperlukan dalam menangani bahan tersebut.

Pengertian

Untuk memahami lebih jauh tentang gambar hidup dan rekaman video, perlu memahami pengertian dari bahan tersebut.
Dalam Anglo-American Cataloguing Rules 2 (AACR2) mendefinisikan gambar hidup sebagai sebuah film dengan atau tanpa suara yang berisi serangkaian gambar yang bergerak apabila diproyeksikan dengan cepat. Sedang rekaman video adalah suatu rekaman yang berisi gambar visual dan dapat dilihat dengan bantuan televisi. Keduanya memiliki kesamaan pengertian dengan memberikan penekanan pada gambar yang dapat dilihat langsung (visual).
Sedang menurut James Cebeceiras dalam bukunya The Multimedia library : materials, selection and use hanya menyebutkan istilah film. James menekankan adanya kesan visual dengan kombinas efek suara, gerakan dan warna yang diproyeksikan ke layar. Gambar yang terproyeksikan ke layar tersebut ditonton oleh sekelompok orang baik dalam jumlah besar maupun kecil. Selanjutnya dikatakan bahwa film sebagai salah satu media informasi yang menggiring penonton seolah-olah mengalami sebuah peristiwa melalui pesan-pesan yang disampaikan dengan kombinasi gambar visual, warna, gerakan, dan suara.
Meskipun keduanya menyajikan suatu tontonan film, secara fisik kedua bahan ini memiliki perbedaan-perbedaan. Adapun perbedaan-perbedaannya adalah :

Rekaman Video
1. rekaman video tidak sensitif terhdap cahaya dibanding film.
2. sebuah film perlu diproses terlebih dahulu di lab. Film, sedang rekaman video bisa langsung ditonton setelah direkam. Sehingga dapat diketahui hasilnya.
3. ongkos pembuatan lebih murah.
4. suara dan gambar lebih mudah direkam secara bersamaan.
5. penggandaan lebih mudah dan murah
6. mudah dalam pengepakan dan penanganan.

Gambar Hidup
1. film lebih baik dari segi warna, lebar layar dan ketajaman gambar.
2. proyektor dan ukuran film 16 mm merupakan standar.
3. proyektor dan kamera film sebagai peralatan mekanik dan elektronik lebih mudah pemeliharaannya.
4. lebih mudah dan murah dalam pembuatan teknik animasi.

Deskripsi Bibliografi

Deskripsi bibliografis untuk gambar hidup atau motion pictures dan rekaman video atau video recordings, diatur dalam AACR2 pada bab 7. Aturan ini berlaku bagi semua jenis film (gambar hidup) dan rekaman video, termasuk film lengkap, kumpulan bagian-bagian film, film berita dan bahan yang belum disunting. Peraturan ini tidak berlaku bagi rekaman suara atas film tanpa gambar visual (jenis ini diatur dalam bab 6) dan film gambar-gambar yang tidak bergerak seperti filmstrip (diatur dalam bab 8).

Sumber Informasi

Sebagaimana lazimnya suatu proses pengolahan bahan pustaka, dalam mengatalog gambar hidup dan rekaman video perlu diketahui terlebih dulu sumber informasi utama. Selain itu sumber-sumber lainnya tetap diperlukan dalam rangka mengetahui sumber data bibliografis.
Sumber informasi utama bagi gambar hidup dan rekaman video adalah film itu sendiri, yakni “Title Frames” (gambar-gambar yang memuat judul dan keterangan lain) dan kemasan serta label film. Title frame pada film akan diketahui pada saat film tersebut diputar, di layar akan nampak kata-kata yang muncul dalam bentuk rangkaian menyangkut keterangan mengenai film tersebut dan nama-nama yang berkaitan dengan film itu sendiri seperti judul, pemeran, produser, sutradara, narator, dan fungsi-fungsi lainnya.
Kemasan adalah wadah dalam bentuk kotak atau jacket film. Sedangkan label adalah keterangan yang menenpel atau tertulis di kemasan atau fisik film tersebut. Biasanya ada duplikasi informasi data dengan yang terdapat pada title frame. Informasi pada kemasan dan keterangan label dapat memberikan kelengkapan data bibliografis yang dibutuhkan, tetapi kadang unsur data yang tertera berbeda dengan yang terdapat pada title frame.
Jika sumber informasi utama ini tidak memberi informasi yang dibutuhkan, sumber-sumber berikut dapat digunakan, dengan urutan prioritas sebagai berikut :
1. bahan tekstual terlampir (misal skript, daftar pemotretan, bahan promosi).
2. kemasan (bukan bagian integral).
3. sumber lain.

Sumber informasi untuk deskripsi tiap daerah
Daerah Sumber informasi
1. Judul dan pernyataan penanggungjawab sumber utama
2. Edisi sumber utama dan bahan terlampir
3. Daerah Data Khusus tidak digunakan.
4. Impresum sumber utama dan bahan terlampir
5. Deskripsi fisik (kolasi) sumber mana saja
6. Seri sumber utama dan bahan terlampir
7. Catatan sumber mana saja
8. Nomor standar, harga sumber mana saja

Dalam membuat deskripsi bibliografi bahan pustaka diperlukan 8 daerah deskripsi. Untuk deskripsi bibliografi gambar hidup dan rekaman video tidak semua daerah digunakan. Berikut dijelaskan masing-masing daerah tersebut :
1. Daerah Judul dan Pernyataan Penanggungjawab
Urutan unsur daerah ini tidak menyimpang dari urutan yang berlaku secara umum
a. judul sebenarnya
judul sebenarnya ditulis apa adanya yang terdapat di title frame, tetapi penulisan huruf besar yang tertera disana tidak perlu diikuti. Bila menemukan perubahan judul dari sumber informasi lainnya, informasi tersebut dapat dicantumkan pada daerah catatan dengan menyebutkan darimana informasi itu diperoleh.
b. pernyataan jenis bahan umum
pernyataan jenis bahan umum akan membedakan rekaman video atau gambar hidup. Hal ini penting untuk membedakan penulisan unsur data untuk daerah deskripsi lainnya. Pernyataan jenis bahan umum untuk bahan ini adalah :
[gambar hidup]
atau
[rekaman video]
c. judul tambahan.
Judul tambahan sebuah film akan muncul bersamaan dengan judul sebenarnya.
d. Pernyataan penanggungjawab
Dalam pernyataan penanggungjawab dicatat nama mereka yang dalam sumber utama disebut sebagai orang/badan yang berpartisipasi dalam menciptakan karya tersebut dan yang dianggap memegang peran penting dalam produksi tersebut. Sedang yang kurang penting dimasukkan dalam daerah catatan.
Jika hubungan antara judul karya dan orang/badan kurang jelas, suatu keterangan singkat dapat ditambah.
Jika dalam pernyataan penanggungjawab disebut baik orang/badan maupun kelompok orang yang bertanggungjawab atas produksi film atau rekaman video tersebut, maupun orang/badan untuk siapa film/rekaman itu dibuat, keduanya dicatat.
2. Daerah Edisi
Dalam daerah edisi dicatat edisi dan pernyataan penanggungjawab sehubungan dengan edisi tersebut. Sebuah karya film jarang sekali memiliki edisi.
3. Daerah Data Khusus
Daerah ini tidak digunakan untuk penulisan data bibliografi.
4. Daerah Impresum (terbitan dan penyaluran)
Dalam daerah ini digunakan untuk mencantumkan informasi mengenai tempat film tersebut dibuat, distributor dan tahun diciptakan. Informasi untuk daerah ini diambil dari sumber informasi utama atau dari pernyataan formal lainnya yang dibuat oleh distributor, baik yang tercantum pada title frame maupun pada bahan yang menyertainya. Jika dianggap perlu di belakang nama penerbit, penyalur, releasing agency, suatu ketergan mengenai fungsi badan/orang tersebut dapat ditambah. Pada tempat tahun dicatat tahun terbit (penyaluran, pengedaran), release, dan sebagainya. Cantumkan tahun hak cipta dengan angka arab, didahului dengan “c” atau “p”. Kalau dua-duanya ada pilihlah “p”.
5. Daerah Deskripsi Fisik (Kolasi)
Dalam daerah ini dicatat :
 Jumlah satuan fisik disertai nama jenis bahan spesifik
 Waktu atau lama main, dalam kurung ( )
 Data fisik lain, didahului tanda titik dua ( : )
 Unsur-unsur data fisik lain dipisah yang satu dengan lainnya pakai koma ( , )
 Ukuran, didahului tanda titik koma ( ; )
 Lampiran, didahului tanda ( + ) keterangan mengenai bentuk fisik lampiran dicatat dalam tanda kurung ( ).
6. Derah Seri
Pencatatan di daerah seri ini dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku secara umum. Sangat jarang sebuah film memiliki seri.
7. Daerah Catatan
Dalam daerah ini keterangan-keterangan berikut (dalam urutan seperti di bawah ini ) dicatat :
 Jenis film
 Bahasa
 Sumber judul sebenarnya
 Variasi dalam judul
 Judul paralel dan judul lain
 Pernyataan penanggungjawab
 Edisi dan riwayat film/rekamn video
 Terbitan, penyaluran, dan sebagainya.
 Deskripsi fisik
 ciri suara khusus, seperti perekaman suara itu optikal, magnetik, apakah suara direkam terpisah atau menjadi satu dengan gambar.
Aluar suara magnetik
Dolby stereo., mono., compatible.
 panjang film atau pita
 warna, misal technicolor. Sistim perekaman warna : SECAM
 jenis cetakan pada film, misal negatif, positif dan sebagainya.
 bahan/dasar film, misal nitrat, asetat, polyester
 sistem perekaman video, misal PAL, SECAM
 jenis kopi, misal master copy, show copy, dan kopi keberapa.
 proyeksi, seperti film tiga dimensi
 data fisik lain yang dirasa penting untuk diketahui.
Setelah tambahan data fisik dalam daerah ini dapat dikemukakan berbagai keterangan mengenai :
 Lampiran
 Seri
 Disertasi untuk siapa
 Format lain yang tersedia
 Ringkasa isi
 Daftar isi
 Nomor-nomor penting yang ada pada film atau rekaman video.
 Jumlah kopi yang dimiliki
 Catatan “dengan”
8. Daerah penomoran standar, harga, syarat penjualan/penyaluran.
Nomor standar jika ada, harga, serta syarat penjualan/penyaluran bilamana perlu dicatat di sini sesuai dengan aturan umum.
Pencatatan keterangan untuk daerah catatan ini tergantung dari kebijaksanaan perpustakaan yang bersangkutan. Tidak semua keterangan dicatat di daerah ini.

Penentuan TEU dan TET
Peraturan AACR bab 21 yang mengatur penentuan entri utama tidak secara khusus menyinggung gambar hidup, dan ini berarti bahwa prinsip umum yang mendasari semua aturan penentuan entri utama juga berlaku bagi gambar hidup. Namun demikian prinsip kepengarangan sulit diterapkan pada gambar hidup.
Pada saat sebuah film diputar, kita akan membaca beberapa nama yang menyangkut fungsi masing-masing pada title frame. Yang dimaksud dengan fungsi ialah peranan masing-masing orang dalam membuat sebuah film seperti produser, sutradara, pemeran utama, pemeran pembantu, juru kamera, narator dan beberapa fungsi lainnya. Fungsi-fungsi tersebut tidak selalu muncul pada setiap jenis film, tergantung dari jenis film yang dibuat. Masing-masing fungsi yang ditampilkan itu memiliki kontribusi tersendiri. Tidak satupun dari fungsi tersebut yang dapat diabaikan karena film atau gambar hidup merupakan karya bersama sekelompok orang.
Berkaitan dengan titik pendekatan, munculnya fungsi-fungsi tersebut dapat menyulitkan dalam menetapkan entri utama sebuah karya. Prinsip kepengarangan yang menekankan adanya orang yang bertanggungjawab terhadap isi intelektual dan artistik karya tersebut sulit untuk diterapkan. Nama-nama yang muncul berkaitan dengan fungsi tersebut dapat dikatakan sebagai “pengarang” yang menghasilkan sebuah karya film. Masing-masing nama memberikan sumbangan terhadap isi intelektual dan artistik sebuah karya film. Karena banyaknya nama yang muncul dan masing-masing memiliki peran terhadap keberhasilan sebuah karya film, maka untuk sebuah karya film ditemukan kondisi “diffuse authorship” yaitu fungsi kepengarangan yang tersebar atau kepengarangan yang kabur atau tidak jelas.
Masalah entri utama gambar hidup sudah lama menjadi bahan diskusi para pengatalog yang berusaha menerapkan prinsip kepengarangan pada jenis karya ini. Ada yang misalnya berpendapat bahwa gambar hidup adalah karya bersama 3 pengarang, yakni sutradara, juru kamera, dan penulis naskah atau script. Sutradara adalah pengarang utamanya sehingga entri utama adalah pada sutradara. Pendapat lain cenderung menganggap produser sebagai orang terpenting karena ia bertanggungjawab atas keseluruhan usaha produksi film, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan usaha menjadikannya sukses komersial. Demikian pula ada yang menganggap bahwa bila suatu buku difilmkan, pengarang buku tersebut patut dijadikan entri utama gambar hidupnya. Hal ini bertentangan dengan aturan AACR 2 no. 21.9 yang berlaku bagi karya-karya yang merupakan modifikasi karya lain. Menurut aturan itu suatu karya yang telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan pada sifat dan isi karya asli atau pada medium ekspresi dianaggap sebagai karya baru. Dengan demikian entri utama bukanlah pada pengarang karya asli, tetapi pada orang yang membuat adaptasinya.
Mengingat pertimbangan-pertimbangan di atas, dapat disimpulkan bahwa entri utama untuk sebuah karya film paling tepat adalah pada judul.
Orang atau badan yang mungkin akan menjadi titik pendekatan karena memegang peranan penting dalam proses penciptaan karya-kara berbentuk gambar hidup tersebut, dibuatkan entri tambahan. Jumlah dan jenis entri tambahan ini bergantung dari jenis perpustakaan. Biasanya entri tambahan dibuat untuk produser (orang maupun badan), sutradara, orang atau badan yang mensponsori produksi, penulis naskah, komponis musik dan sebagainya. Pemeran atau bintang biasanya tidak dibuatkan entri tambahan kecuali bila perpustakaan itu merupakan perpustakaan pusat perfilman, sehingga segenap detil perlu dijadikan titik pendekatan.

Sumber Rujukan

Anglo-American cataloguing rules : 2nd ed. 1988 rev. Chicago : American Library Association, 1988.

Gorman, Michael. AACR2 ringkas. Jakarta : Pusat Pembinaan Perpustakaan, 1986.

Maxwel, Margareth F. Handbook for AACR2 1988 rev. Chicago : American Library Association, 1989.

Mirnani, Anon dan Irman Siswadi. Pengolahan bahan non-buku : pust2251/2 sks. Jakarta : Universitas Terbuka, 1996.

Peraturan Katalogisasi Indonesia : deskripsi bibliografis (ISBD), penentuan tajuk untuk entri, judul seragam. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI., 1994

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: